Penulis : hanip/SejukMedia
Fungsi transmisi mobil sangat penting dalam sistem penggerak kendaraan. Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga putar mesin menuju roda. Oleh karena itu, tanpa transmisi mobil tidak bisa bergerak normal.
Unit transmisi terpasang di kolong bawah mobil menempel pada mesin. Letak ini menghubungkan putaran mesin langsung ke poros penggerak. Sehingga, anda perlu memahami alur kerja mekanisnya sejak dini.
1. Fungsi Transmisi Mobil dalam Mengatur Torsi dan Kecepatan
Fungsi transmisi mobil yang utama adalah mengatur rasio putaran mesin. Saat mobil menanjak, kendaraan membutuhkan momen torsi yang sangat besar. Oleh sebab itu, transmisi menyediakan gigi rendah agar mobil kuat menanjak.
Ketika mobil melaju kencang, transmisi memindahkan gigi ke posisi tinggi. Hal ini membuat putaran mesin tetap rendah pada kecepatan tinggi. Akibatnya, konsumsi bahan bakar mobil menjadi jauh lebih hemat dan efisien.
Selain itu, transmisi berfungsi mengubah arah putaran roda agar mobil bisa mundur. Transmisi juga memiliki posisi netral untuk memutus daya putar mesin. Dengan demikian, mesin mobil bisa tetap hidup saat kendaraan berhenti. Baca selengkapnya mengenai 5 tips mobil matic di tanjakan macet untuk menjaga keawetan transmisi kendaraan nda.
2. Cara Kerja Transmisi Mobil Secara Mekanis
Cara kerja transmisi dimulai saat putaran mesin masuk ke poros input. Tenaga putar tersebut melewati unit kopling atau konverter torsi. Selanjutnya, poros input memutar roda gigi perantara di dalam ruang transmisi.
Roda gigi perantara terus berputar memutar susunan roda gigi utama. Saat pengemudi memindahkan tuas, garpu pemindah akan menggeser cincin sinkronis. Komponen sinkronis menyamakan putaran gigi agar transmisi manual berbunyi kasar tidak terjadi saat berkendara.
Kemudian, tenaga putar yang sudah disesuaikan mengalir menuju poros output. Poros output meneruskan tenaga tersebut ke as roda penggerak. Sehingga, roda mobil dapat berputar halus di berbagai kondisi jalan.
3. Komponen Utama Pendukung Unit Transmisi Mobil
Unit transmisi tersusun dari puluhan komponen logam presisi di dalam gearbox. Bagian utama meliputi poros input, poros output, dan susunan roda gigi. Karena komponen ini saling terhubung, tenaga mesin bisa tersalurkan sempurna.
Selain itu, terdapat garpu pemindah dan cincin sinkronis pengatur percepatan. Komponen ini terhubung langsung dengan tuas persneling di dalam kabin. Bahkan, laher bearing berkualitas menjaga putaran poros tetap stabil tanpa hambatan.
Pada bagian kolong, unit transmisi ditopang oleh karet dudukan khusus. Karet dudukan ini berfungsi meredam getaran mesin ke bodi sasis. Sementara itu, cairan oli transmisi melumasi seluruh gesekan roda gigi. Baca selengkapnya mengenai penyebab kopling manual keras berdasarkan cara kerja sistem pemindah tenaga.
4. Perbedaan Karakteristik Transmisi Manual dan Transmisi Matic
Transmisi manual mengandalkan plat kopling gesek dan dekrup penekan. Sistem ini memberi kendali penuh kepada pengemudi dalam mengoper gigi. Namun, kebiasaan menahan pedal kopling bisa menimbulkan masalah serius pada kendaraan.
Kelalaian tersebut sering memicu ciri kampas kopling mobil habis di jalanan. Gesekan berlebih pada kopling aus dapat menyebabkan kopling mobil selip saat menanjak. Oleh karena itu, penggantian kampas kopling wajib dilakukan secara berkala.
Sementara itu, transmisi matic bekerja memakai tekanan hidrolik. Perpindahan rasio gigi diatur secara otomatis oleh komputer transmisi. Akibatnya, anda wajib rutin ganti oli agar terhindar dari gejala kerusakan transmisi mobil matic di bengkel.
5. Tanda Kerusakan Transmisi yang Sering Ditemukan di Kolong Mobil
Mekanik sering menemukan rembesan oli pada sambungan rumah transmisi di kolong. Kebocoran ini biasanya terjadi karena sil karet poros sudah getas. Akibatnya, oli transmisi cepat berkurang dan merusak roda gigi internal.
Tanda kerusakan lainnya adalah tuas persneling mulai terasa sangat keras. Masalah ini menjadi penyebab mobil susah masuk gigi saat dikemudikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa cincin sinkronis transmisi sudah mulai mengalami keausan parah.
Bahkan, karet dudukan transmisi yang pecah dapat menimbulkan getaran hebat. Getaran kasar ini akan terasa sangat mengganggu hingga ke lantai kabin. Oleh sebab itu, segera periksa kolong mobil jika muncul bunyi benturan.

6. Prosedur Perawatan Transmisi Standar Bengkel Profesional
Perawatan transmisi wajib dilakukan dengan mengganti oli secara berkala. Penggantian oli transmisi manual dianjurkan setiap 20.000 hingga 40.000 kilometer. Sementara itu, kuras oli transmisi matic dilakukan pada jarak tempuh serupa.
Pemeriksaan kolong mobil juga mencakup kekencangan baut sasis pengikat transmisi. Mekanik akan memeriksa kondisi karet pelindung as roda secara menyeluruh. Dengan demikian, kotoran pasir tidak akan masuk merusak laher roda penggerak.
Selain itu, hindari kebiasaan menaruh kaki di atas pedal kopling. Jangan memindahkan tuas transmisi matic saat mobil masih bergerak melaju. Sehingga, seluruh sistem transmisi mobil anda tetap awet dan andal.
Bagi anda yang berdomisili Jakarta Barat dan sekitarnya, percayakan perawaran transmisi kendaraan anda ke Bengkel Sejuk Muchtar yang berlokasi di Jl. H. Muchtar Raya No.23, RT.9/RW.8, Joglo, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kunjungi website resmi bengkelmobilterdekat.id untuk konsultasi dan mendapatkan informasi layanan lengkap.

