Menemukan genangan cairan hitam di lantai garasi tepat di bawah kolong mobil tentu akan membuat Anda cemas. Kondisi ini adalah pertanda jelas bahwa oli mesin kendaraan Anda sedang mengalami kebocoran atau rembes.
Pada dasarnya, banyak pemilik kendaraan yang langsung membayangkan biaya perbaikan yang mahal hingga harus turun mesin (overhoul). Padahal, tidak semua kebocoran oli membutuhkan pembongkaran mesin secara total. Sering kali, masalah ini bersumber dari hal-hal yang sepele dan mudah diperbaiki.
Oleh karena itu, sebelum Anda terburu-buru membawa mobil ke bengkel dan mengeluarkan biaya besar, ada baiknya Anda mencoba beberapa langkah pertolongan pertama. Berikut adalah 6 cara mengatasi oli mobil rembes tanpa perlu membongkar mesin yang bisa Anda lakukan sendiri!
1. Periksa dan Kencangkan Baut Karter Oli (Drain Plug)
Langkah paling mudah yang pertama adalah mengecek baut pembuangan oli yang berada di bagian bawah mesin. Baut ini dibuka setiap kali Anda melakukan penggantian oli rutin.
Seiring berjalannya waktu dan getaran mesin, baut ini bisa menjadi longgar. Akibatnya, oli akan menetes perlahan melalui sela-sela ulir. Cara mengatasinya sangat mudah, Anda hanya perlu mengambil kunci pas yang sesuai dan mengencangkan baut tersebut. Namun, pastikan Anda tidak mengencangkannya terlalu keras agar ulir karter tidak rusak atau slek.
2. Ganti Ring Baut Pembuangan (Washer)
Jika baut sudah dikencangkan tetapi oli masih tetap menetes, masalahnya mungkin ada pada ring baut atau washer. Ring ini berfungsi sebagai penyegel (seal) antara baut dan karter oli.
Biasanya, mekanik sangat menyarankan untuk mengganti ring ini setiap kali Anda mengganti oli. Apabila ring sudah gepeng, aus, atau hilang, oli pasti akan merembes. Anda bisa membeli ring baru ini di toko onderdil dengan harga yang sangat murah.
3. Gunakan Seal Tape Pipa pada Baut
Sebagai solusi darurat ketika ring baut tidak tersedia, Anda bisa memanfaatkan seal tape yang biasa digunakan untuk pipa air ledeng.
Cara pengaplikasiannya sangat sederhana. Anda cukup melepas baut pembuangan oli, lalu lilitkan seal tape putih secara merata pada bagian ulir baut tersebut. Setelah itu, pasang kembali baut ke karter oli. Meskipun begitu, cara ini hanya bersifat sementara karena bahan seal tape tidak dirancang untuk menahan suhu panas oli dalam jangka waktu yang sangat lama.
4. Oleskan Lem Sealer (Lem Paking)
Kebocoran oli sering kali terjadi pada celah sambungan antar blok mesin atau penutup klep (valve cover). Pada sambungan ini terdapat paking (gasket) yang mencegah oli keluar.
Apabila kebocorannya masih berupa rembesan tipis, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan lem sealer khusus mesin. Bersihkan terlebih dahulu area yang rembes dari sisa oli menggunakan kain lap. Selanjutnya, oleskan lem sealer pada celah sambungan tersebut secara merata dan biarkan hingga mengering keras.
5. Kencangkan Filter Oli
Selain baut pembuangan, komponen lain yang rawan bocor adalah tabung filter oli. Pemasangan filter oli yang kurang rapat atau miring akan membuat oli menyembur keluar saat mesin dihidupkan.
Anda bisa memeriksa filter oli ini menggunakan tangan kosong atau kunci khusus filter. Jika terasa longgar, putar searah jarum jam untuk mengencangkannya. Selain itu, pastikan karet segel (seal) bawaan filter tidak terlipat saat dipasang.
6. Tuangkan Cairan Sealant Oli Mesin (Engine Oil Stop Leak)
Ini adalah cara paling modern dan praktis untuk mengatasi kebocoran tanpa harus menyentuh kunci pas. Saat ini, banyak dijual cairan aditif khusus yang bernama Engine Oil Stop Leak.
Cairan ajaib ini dicampurkan langsung ke dalam lubang pengisian oli mesin. Cara kerjanya adalah dengan mengembalikan elastisitas karet seal dan paking gasket yang sudah mengeras akibat panas. Dengan demikian, karet seal akan kembali mengembang dan menutup celah kebocoran dari dalam mesin secara otomatis.
Bahaya Jika Oli Rembes Dibiarkan Terus Menerus

Jangan pernah menyepelekan tetesan oli di lantai garasi Anda. Membiarkan oli terus merembes akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi kendaraan.
Volume pelumas akan terus berkurang tanpa Anda sadari. Kekurangan oli ini akan membuat gesekan antar logam di dalam mesin menjadi sangat kasar. Pada akhirnya, mesin mobil akan mengalami panas berlebih (overheat), turun mesin, hingga berisiko menimbulkan kebakaran jika oli menetes tepat di atas pipa knalpot yang bersuhu tinggi.
Solusi Tuntas Mesin Mobil di Bengkel Sejuk Muchtar
Kesimpulannya, mengatasi oli rembes memang bisa dilakukan sendiri untuk kasus ringan. Akan tetapi, jika kebocoran sangat deras atau berasal dari seal kruk as (crankshaft) bagian dalam, Anda wajib menyerahkannya kepada mekanik ahli.
Untuk warga Jakarta Barat dan sekitarnya, segera bawa kendaraan Anda ke Bengkel Sejuk Muchtar!
Sebagai bengkel umum yang profesional, kami siap melakukan pengecekan sumber kebocoran oli dengan akurat. Kami akan mengganti paking gasket, seal kruk as, hingga melayani servis berkala untuk memastikan mesin mobil Anda kembali kering, bertenaga, dan aman digunakan untuk perjalanan jauh.
Kunjungi website resmi kami di bengkelmobilterdekat.id untuk informasi lebih lanjut.

